BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Musabaqah
Tilawatil Quran (MTQ) ke 30 provinsi Kalsel akan segera digelar. Berbeda
kali ini konsep pelaksanaan MTQ akan jauh berbeda dari tahun-tahun
sebelumnya.
Hal ini dikarenakan MTQ akan dilaksanakan diatas sungai Martapura Jalan Pierre Tendean Banjarmasin.
Nantinya akan ada panggung yang dibuat di atas tongkang.
Para peserta termasuk juri dan penonton bisa turut melihat dan naik ke atas tongkang untuk melihat pagelaran Islam ini.
MTQ sendiri akan dilakukan selama delapan hari sejak 2 November hingga 9 November.
Ada 1020 total peserta atau kafilah yang akan berpartisipasi dalam
pelaksanaan MTQ. Mereka terbagi atas tujuh cabang lomba yang juga
terbagi lagi menjadi beberapa sub lomba.
Ketua LPTQ Kalsel, H Abdul Haris, mengatakan sengaja diadakan di atas
sungai agar memunculkan kearifan lokal Kalsel yang dikenal sebagai kota
seribu sungai.
Selain itu diharapkan dengan diadakan di ibu kota provinsi dapat
memerbanyak antusias masyarakat untuk menonton dan menjadi peserta.
Para peserta akan dinilai oleh para dewan hakim yang sudah ditunjuk dan di SK kan. Mereka masih berasal dari dewan hakim Kalsel.
Selain pelaksanaan lomba MTQ nanti juga akan dilakukan musda LPTQ Kalsel.
Saat ini tambah Haris persiapan pelaksanaan MTQ sudah 90 persen.
Bahkan untuk akomodasi hotel peserta sudah disiapkan di 10 hotel di
Banjarmasin.
Direncanakan MTQ tahun ini akan lebih meriah dan semarak.
Tak hanya MTQ, akan ada bazar dan pameran di halaman kantor Gubernur Kalsel di depan Taman Nol Kilometer.
"Kita berharap agar perwakilan masing-masing kota, kafilah dan qoriah
bisa mengikuti dengan sebaik-baiknya dengan semangat fair play, karena
yang dilombakan adalah ayat-ayat suci Al quran jadinkota harus menjaga
kesakralan lomba, jangan hanya mengejar sesuatu dengan menghilangkan
makna kesakralan nilai-nilai dari ayat suci itu," pesannya.
(BANJARMASINPOST.co.id/milna sari)



